RESENSI VIDEO “Perang Suku Lampung vs Bali”,

Baru kali ini ada satu mata kuliah yang gw sangat interest banget, nama mata kuliahnya “KMLB alias Komunikasi Lintas Budaya” rada bingung kan apa bedanya anatara lintas budaya dengan antar budaya. Kalo lintas budaya itu, kita cuma membandingkan anatara budaya A dengan budaya B. Tapi, kalo lintas budaya lo sampai pelajarin bagaimana piola interkasi yang terjalin pada kedua budaya yang berbeda tersebut.Di mata kuliah ini juga kita belajar yang namanya manajemen konflik, mantap dah :D…

Ini adalah salah satu hasil analisis dari video konflik lintas budaya “Perang Suku Lampung vs Bali”,

Resensi Video Konflik Lintas Budaya “Perang Suku Lampung vs Bali” yang dianalisis oleh gw dan temen-temen kelompok.

1. Fina Feryandes – I34080032, 2. Septiana Nurhanifah – I34090057 3. Marwah Rahayu – I34090067, 4. Ai Nurasiah Zakiah (gw) – I34090087, 5. Bonita Dwi Anggraini – I34090145

Resensi

Konflik antar suku Lampung dan Bali terjadi di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Awal mula konflik tersebut hanya karena perselisihan antar dua pemuda di lahan parkir Pasar di Kecamatan Sidomulyo. Pemuda tersebut berbeda suku, yaitu Bali dan Lampung. Namun konflik tersebut ternyata berlanjut pada malam harinya dimana 400 warga Lampung mendatangi pemukiman pendatang asal Bali dan terjadilah bentrok. Konflik ini masih bisa diatasi oleh polsek setempat. Dua hari kemudian terjadi peristiwa pembakaran yang diduga masih berbuntut dari peristiwa bentrok di hari Minggu yang lalu. Peristiwa ini menyebabkan 48 rumah terbakar, 27 rumah rusak berat, 8 motor terbakar, 4 traktor terbakar dan 6 rumah rusak ringan. Kemudian bentrok ini meluas ke persoalan agama dan suku. Oleh karena yang berselisih berlainan suku, akhirnya muncul sentimen kesukuan.

Komentar

Menurut kelompok kami, konflik ini merupakan salah satu konflik lintas budaya. Secara laten konflik ini bersumber dari stereotip dan etnosentrisme yang berkembang di masyarakat. Masyarakat Lampung merasa cemburu dengan warga pendatang dari Bali, yang notabene lebih maju daripada Lampung. Untuk menyelesaikan masalah ini maka perlu adanya manajemen komunikasi lintas budaya, seperti partisipasi kedua suku dalam suatu kegiatan bersama.

Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=wEdW0-1HBWw, http://www.youtube.com/watch?v=a3KasWnBOXc

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s